March 28, 2020
Comments Off

7 Jenis Konstruksi Rumah Anti Banjir

Post by :

Category: Perumahan


Maraknya banjir dimana-mana menjadi sebuah masalah yang serius yang ditangani. Banyak kasus banjir di Indonesia yang sering terjadi di berbagai daerah. Banjir selalu membuat kerugian yang banyak bagi berbagai pihak termasuk rusaknya rumah yang sering terkikis karena rendaman air yang terlalu lama. Bahkan ketika terjadi banjir yang memakan waktu berhari-hari akan memerlukan biaya perbaikan rumah yang cukup mahal serta kemungkinan banyaknya barang berharga yang hilang. Untuk menanggulangi masalah banjir seperti ini maka dibutuhkan konstruksi rumah anti banjir yang mampu menahan banjir ketika sebuah banjir datang tak menentu. Konstruksi rumah anti banjir ini akan membantu mengurangi kerugian dari dampak banjir seperti biaya perbaikan rumah serta hilangnya barang berharga. Jenis konstruksi tersebut antara lain;

Rumah Tradisional Gaya Rustic

  1. Rumah Tradisional Gaya Rustic

Bentuk konstruksi rumah tradisional gaya Rustic memiliki beberapa kesamaan dengan rumah adat tradisional yang ada di Indonesia dimana kebanyakan tiang penyangga dibuat dalam jumlah yang banyak serta penggunaan bahan material yang kokoh dan kuat seperti kayu jati menjadi bahan utama dalam pembuatan rumah tradisional di Indonesia mampu menyangga banjir agar rumah tidak cepat roboh.

  1. Tonggak Beton

Bentuk konstruksi dari jenis rumah ini seluruhnya terbuat dari kayu di atas beberapa tonggak beton. Dengan adanya tonggak beton maka banjir tidak akan mudah menyapu seisi rumah ketika datang secara tiba-tiba. Tonggak beton juga cocok diaplikasin pada area lingkungan yang sering terjadi banjir yang sering menyapu rumah dengan ketinggian sekitar 30 sampai 60 cm.

  1. Rumah Berlapis Logam

Bentuk konstruksi rumah berlapis logam ini mengadopsi rumah di Jepang, yang digunakan untuk mengatasi antisipasi terhadap dua bencana berbahaya seperti tsunami dan banjir. Banjir dan tsunami merupakan hal yang kerap terjadi di Jepang ketika terjadi sebuah gempa bumi. Untuk itulah rumah dengan konsep berlapis logam haruslah dibangun di atas struktur beton solid yang mampu menjamin daya kekuatan ketika terjadi sebuah pergerakan ditanah. Dinding rumah ini dengan konsep ini juga terbuat dari dua macam bahan seperti kayu yang ada di dalam dan logam yang ada di luar. Hal ini dilakukan agar logam lebih kuat dalam menahan arus air laut saat terjadi tsunamu atau banjir yang melanda secara tiba-tiba. Untuk jendela kaca hanya dibuat beberapa karana bisa pecah ketika tersapu oleh ombak yang besar dan kuat dari bencana seperi banjir dan tsunami.

  1. Paduan Beton dan Kayu

Bentuk konstruksi dari paduan beton dan kayu ini mampu menjadi pilihan dalam pembuatan rumah anti banjir. Konsep dari paduan beton dan kayu ini memiliki funsi anti banjir serta memiliki gaya yang modern. Pembuatan konstruksi rumah ini bisa dilakukan dengan memfurnishing dinding rumah dengan warna yang sesuai dengan strukrur beton yang ada di bawah rumah. Bahan dinding rumah bisa menggunakan material yang diinginkan entah itu kayu ataupun besi. Bentuk rumah ini dibangun agak atas agar memiliki ruang kosng di bawah dimana ruangan ini akan terisi air banjir. Untuk struktur ruangan kosong yang berisi air banjir haruslah dibuat dengan material dan bahan yang mampu menyerap air.

Rumah Terapung

  1. Rumah Terapung

Bentuk konstruksi rumah terapung sering ditemukan di perairan dekat pantai. Bentuk konstruksi rumah seperti ini biasanya digunakan oleh para nelayan sebagai tambak ikan laut serta untuk tempat istirahat. Konsep seperti ini mampu digunakan untuk membuat kayu yang akan mengapung ketika tanah di sekelilingnya terendam air banjir. Rumah terapung yang memiliki landasan dek kayu akan terayun-ayun secara perlahan diatas air.

  1. Rumah Panggung

Bentuk konstruksi rumah panggung ini mampu menjadi rumah anti banjir karena konsep pembangunan dari rumah ini merupakan dari rumah tradisional yang dibangun tinggi. Untuk pondasi di rumah panggung dapat terbuat dati beton ataupun kayu, namun akan lebih bagus jika menggunakan bahan beton agar lebih kuat dalam menahan arus air yang kuat ketika menerjang rumah.

  1. Rumah Eropa Anti Banjir

Bentuk konstruksi rumah eropa anti banjir nampak sederhana, dan lebih mengacu dalam funsi untuk menangkal banjir dan kuat terhadap gempa. Untuk material bentuk konstruksi rumah ini adalah dari bahan keras yaitu bata dan beton. Keseluruhan rumah terbuat dari beton, dari tangga luar, teras sampai pondasi rumah. Struktur dari rumah ini juga mampu untuk menahan air yang akan masuk ketika terjadi banjir serta stabil ketika gempa terjadi.

Beberapa konstruksi rumah anti banjir di atas mampu menjadi pilihan untuk membangun rumah di area tertentu yang sering dilanda gempa. Melalui pembuatan konstruksi rumah anti banjir inilah akan mencegah dampak negatif dari adanya banjir.

Comments are closed